Minggu, 26 Oktober 2014 | 01:55 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Badan Nuklir Dunia: Jepang Tantangan Besar
Headline
Yukita Amano - IST
Oleh: Vina Ramitha
web - Rabu, 6 April 2011 | 05:11 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Wina – Badan Energi Atom Internasional (IAEA) menyatakan krisis reaktor di Jepang merupakan sebuah tantangan besar yang juga dampaknya meluas.

“Komunitas nuklir global tak bisa bersikap biasa-biasa saja dengan hal ini. Harus ada pelajaran yang dipetik dari krisis di PLTN Fukushima Daiichi di Jepang,” ujar Ketua IAEA Yukita Amano.

Dalam sebuah pertemuan dengan pakar-pakar nuklir dari 70 negara, Amano menyatakan pentingnya tindakan pengamanan di PLTN. “Anda semua pasti setuju ketika saya mengatakan krisis di Jepang ini dampaknya meluas dan membuat kita semua alami tantangan besar,” ujarnya.

Ia menyatakan, dunia sebaiknya tidak meremehkan masalah ini dan mulai transparan dengan situasi nuklir masing-masing serta membuat standar keamanan internasional yang baik. “Sehingga resiko di masa mendatang bisa dikurangi,” lanjutnya.

Amano juga memberikan kritik kepada Tokyo Power Electric Co. (Tepco) selaku operator PLTN Fukushima yang tidak belajar dari gempa bumi 2007 di PLTN Kashiwazaki Kariwa. Hingga saat ini, insiden 2007 itu merupakan yang terburuk dari sejarah industri nuklir Jepang karena delapan orang tewas, terjadi percikan api dan kebocoran radioaktif.

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA POPULER