Kamis, 24 April 2014 | 18:25 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Tragedi Chernobyl, Bencana Nuklir Terbesar Dunia
Headline
Tragedi Chernobyl - foto:monicaantonssons.blogspot
Oleh: Vina Ramitha
web - Selasa, 15 Maret 2011 | 12:13 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Tokyo – Warga Jepang khawatir krisis di PLTN Fukushima akan berujung pada tragedi seperti Chernobyl pada 1986 silam. Seperti apa tragedi Chernobyl sebenarnya?

Ledakan nuklir di Chernobyl, Ukraina, terjadi pada 26 April 1986, dimana reaktor keempat meledak pada pukul 01.23 dini hari. Ledakan itu diikuti kebakaran hebat yang menyebarkan gelombang radiasi ke wilayah Eropa. Tak ada penjelasan mengenai penyebab ledakan, selain klaim adanya sebuah eksperimen yang juga tak dijelaskan terperinci.

Tragedi ini menyebabkan kontaminasi radiasi meluas di Ukraina, hingga sampai ke Belarus dan Rusia. Butuh dua hari bagi Uni Soviet untuk membeberkan informasi mengenai ledakan ini kepada publik. Tragedi ini juga membuka mata dunia, melalui Badan Energi Atom Internasional (IAEA), bahwa dunia perlu menjalin kerjasama dan berbagai informasi dalam penggunaan energi nuklir.

Hingga saat ini, rehabilitasi untuk korban-korban Chernobyl masih terus berlanjut. Rusia, Ukraina dan Belarus masih terus dibebani dengan biaya dekontaminasi dan perawatan kesehatan bagi korban. Korban tewas tragedi ini 50 orang, terdiri dari para staf reaktor dan tim penyelamat.

Namun dampak dari paparan radiasi Chernobyl sangat luas. Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan sembilan ribu orang terkena radiasi. Sedangkan aktivis lingkungan hidup Greenpeace menyatakan jumlah yang terpapar mencapai 93 ribu orang. Mereka mengalami berbagai penyakit seperti kanker dan bayi-bayi dilahirkan cacat karena mutasi gen.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengevakuasi ratusan ribu orang, meski dinyatakan sekitar tujuh juta jiwa masih hidup di wilayah berbahaya karena tingkat radiasinya di atas batas aman. Reaktor terakhir ditutup pada 2000 lalu, 14 tahun setelah tragedi.

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
11 Komentar
bela nadiah@jumat, 03 januari 2012 20:45
Jumat, 3 Februari 2012 | 20:46 WIB
knapa harus pakai nuklir sharus nya semua tau bahaya dari nuklir untuk seluruh muka bumi !
najudin benyawak cirebon
Selasa, 10 Januari 2012 | 17:56 WIB
indonesia perlu membangun pltk (pembangkit listrik tenaga koruptor) bukan pltn. adanya tragedi pltn paling tidak kitak bersyukur karena telah mengurangi kepadatan penduduk.
yogi
Jumat, 19 Agustus 2011 | 09:01 WIB
indonesia jangan niru lah.. bahaya..
shuviet
Selasa, 12 April 2011 | 22:42 WIB
ALLAH murka sama jepang,,makanya di kasih cobaan kaya gtu..
tri
Sabtu, 19 Maret 2011 | 15:20 WIB
ok semoga ada hikmahnya dibalik semua ni.
smile tek
Jumat, 18 Maret 2011 | 12:20 WIB
kenapa mesti pakai nuklir...? yang sudah di ketahui sangat berbahaya bagi semua yang ada di muka bumi
smile tek
Jumat, 18 Maret 2011 | 12:14 WIB
mudah2an dampak dari tragedi yang terjadi di rusia thn 1986, tdk akan terjadi di jepang ,,,,,,,amienn
Hasan
Jumat, 18 Maret 2011 | 10:49 WIB
Ya Allah, Ampunilah Dosa Mereka. Napa harus pake Nuklir segala? Pake PLTT (Pengbangkit Listrik Tenaga Tai).
end_row
Kamis, 17 Maret 2011 | 07:24 WIB
kekuatan energi nuklir sangat besar. kemampuan manusia terbatas untuk mengendalikannya
windra
Rabu, 16 Maret 2011 | 14:06 WIB
belajar dari apa yg baru saja terjadi di Jepang,Apakah benar rakyat Indonesia sudah siap,kok penggunaan nuklir sudah marak disosialisasikan di TV
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.