INILAH.COM, Jakarta – USAID mengumumkan sumbangan senilai US$100 ribu atau sekitar Rp828,25 juta kepada UNESCO untuk merehabilitasi Candi Borobudur pascaletusan Gunung Merapi, Senin (7/3).
Sumbangan USAID itu, sebagaimana rilis Kedutaan Besar AS kepada INILAH.COM, merupakan bagian dari Kemitraan Komprehensif AS-Indonesia. USAID akan memberikan bantuan darurat seperti mempertahankan tenaga kerja setempat dalam jumlah yang besar.
“Juga pengadaan peralatan untuk kegiatan pembersihan,” ujar Direktur USAID Walter North dalam rilis tersebut. Kemitraan Komprehensif merupakan hal penting bagi hubungan bilateral kedua negara yang dibentuk atas nilai-nilai kebebasan, pluralisme, toleransi, demokrasi, dan penghormatan terhadap HAM yang dianut bersama.
Candi Borobudur ditutup sementara tahun lalu bagi wisatawan, saat muncul kekhawatiran akan dampak dari abu letusan Gunung Merapi terhadap kawasan candi.
Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata bersama Badan Konservasi Peninggalan (BKP) Borobudur memprakarsai langkah-langkah darurat untuk membersihkan candi. Mengingat pariwisata merupakan sumber utama perekonomian di daerah ini, banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk menghidupkan kembali bidang tersebut.
“Bantuan ini akan membantu menghidupkan kembali mata pencarian warga setempat yang terkena dampak letusan. Yakni melalui keterlibatan mereka dalam merehabilitasi sektor pariwisata yang merupakan hal penting bagi perekonomian daerah ini,” lanjut North.
Gunung Merapi merupakan salah satu gunung berapi teraktif di dunia dan terletak kurang dari 35 km dari Candi Borobudur. Rangkaian letusan yang terjadi pada Oktober dan November 2010 menyebabkan kematian 322 orang dan 135 ribu lainnya terlantar. Abu letusan juga menyelimuti kawasan candi dengan ketebalan 4,5 cm.
Candi Borobudur dibangun pada abad ke-8 dan 9 menggunakan 57 ribu kubik meter batu vulkanik. Candi ini dihiasi 2.627 panel relief dan 504 buah arca. Pada 1991, candi ini dinyatakan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO. Candi Borobudur menjadi salah satu tujuan wisata paling populer di Indonesia dan sumber perekonomian penting bagi pemda setempat.