Sabtu, 1 November 2014 | 03:38 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Bunga KPR Niaga Beratkan Nasabah
Oleh:
web - Senin, 15 Juni 2009 | 15:27 WIB
SAYA merupakan nasabah Bank Niaga, sebelum bank ini berubah nama menjadi CIMB Niaga. Saya juga debitor Bank Niaga saat akan mengambil rumah di Griya Permata Asri (GPA) Kota Serang, Banten.

Sekitar setahun lalu, saya melakukan perjanjian ulang (mengubah perjanjian lama untuk mengubah jangka waktu kredit) dengan Bank Niaga untuk kredit kepemilikian sebuah rumah di GPA, Kota Serang.
Untuk tahun pertama, bunga yang kami sepakati adalah bunga flat (tetap) 9% lebih. Kala itu, cicilan yang harus saya bayar sekitar Rp900.000/bulan.

Namun, sejak sekitar tiga bulan lalu, cicilan saya membengkak menjadi sekitar Rp1,2 juta/bulan, dengan asumsi bunga berjalan mencapai 16%.
Karena saya agak keberatan, kala itu oleh tim penagih (melalui telepon) dari Jakarta, saya disarankan menemui bagian ASS (Account sales service) di Bank Niaga Cilegon untuk meminta penurunan suku bunga.
Namun, saat saya ke kantor Utama Bank Niaga Cilegon pada sekitar April 2009 lalu untuk menemui satu-satunya ASS, ternyata yang bersangkutan sedang cuti melahirkan selama tiga bulan. Pada 8 Juni lalu, saya kembali ke Bank Niaga Cilegon dengan membawa surat resmi permohonan penurunan suku bunga yang saya buat bermaterai.
Ternyata, saya kembali harus kecewa karena bagian ASS belum juga masuk kantor. Saat surat itu akan saya titipkan, petugas bagian kredit sama sekali tak mau menerimanya. Karenanya, sampai saat ini keberatan itu belum selesai dan suku bunga yang saat ini masih di atas 15% dan masih memberatkan. Padahal, suku bunga BI sudah turun jauh.
Mohon kiranya Bank Niaga menurunkan suku bunga para nasabahnya hingga ke batas kewajaran, sehingga tak terlalu jauh dari BI rate yang resmi berlaku.
Terima kasih.

Jasmara Bahar
Griya Permata Asri Serang-Banten
0818693193
anjas_banten@yahoo.com [L1]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
6 Komentar
dodi
Minggu, 17 Oktober 2010 | 18:34 WIB
wah serem juga nih... padahal baru kontak kontakan dengan petugas niaga untuk ambil kpr.... apakah masih seperti ini mereka sekarang..?
Nana Suryana
Kamis, 4 Februari 2010 | 13:30 WIB
Memamng betul pak...sya juga termasuk nasabah bank Niaga...selain suku bunganya gede beda dengan yang lain, pembayaran kredit rumah hanya lambat sebulan aja sudah mau main segel aja....kayanya kita lebih baik pindah ke bangk lain. Bank ini patut dilaporkan ke BI biar patuh pada pasar dan aturan yang ada.. saya juga rencana mau pindah ke bang lain aja...
Joko.R
Sabtu, 12 Desember 2009 | 02:32 WIB
Emang betul Pak, saya juga setuju dengan pendapat anda, karena saya juga mengalami nasib yg sama, suku bunga 15,99%, padahal satu tahun yg lalu suku bunga cuma 9,99% flat per tahun. Terus dari pihak Bank CIMB Niaga juga tidak transparan bahkan saya sudah dua tahun berjalan ini belum pernah mendapatkan record laporan pembayaran dan sisa saldo hutang saya. Jadi saya nggak tahu berapa saya sudah bayar pokok angsuran dan berapa saya sudah bayar bunga nya. Mendingan kita rame2 pindah ke bank lain aja kali ya.
Medianto.s
Rabu, 17 Juni 2009 | 13:12 WIB
RALAT! Mohon maaf, ada kesalahan informasi ternyata bunga yang saya terima bulan ini 14%. (1.228). Terima kasih
Medianto S
Selasa, 16 Juni 2009 | 18:38 WIB
Saya juga Hari ini Kaget, setelah mengetahui Cicilan saya melonjak, Yg tadinya hanya 990 rb rupiah (9,9%) tp bulan ini menjadi 1,282 rb rupiah, yg mana berarti saya masih kena bunga diatas 15%, Bukannya Sekarang Rate BI turun? dan bank-bank lain juga menurunkan bunga
Djoni Wanasida
Senin, 15 Juni 2009 | 23:27 WIB
Sayapun mempunyai permasalahan yang sama. Saya mengambil KPR Niaga sejak Mei 2008. Suku bunga KPR setahun pertama dipatok 9,5 %. Namun sejak Mei 2009 suku bunganya naik sampai 15,9 %. Saya pun mengajukan keberatan dan hanya disesuaikan menjadi 15 %. Saya ajukan lagi keberatan , namun dijawab sudah diturunkan menjadi 15 % dan kebertan selanjutnya tidak dapat diproses karena baru berjalan beberapa hari sejak kebertan pertama.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA POPULER