Jumat, 28 November 2014 | 17:53 WIB
Follow Us: Facebook twitter
AETRA Seenaknya Ganti Kepala Meteran
Headline
Foto: Istimewa
Oleh:
web - Jumat, 7 Januari 2011 | 14:09 WIB

Orangtua saya membeli rumah di Kelapa Gading sejak 2009. Rumah itu kosong, tidak ditinggali siapapun.

Pada Agustus saya menerima tagihan AETRA Rp4.173.540,-. Saya terkejut karena jelas tidak pernah ada pemakaian air karena posisi sambungan air kami tutup.

Di bulan-bulan sebelumnya pembayaran pun hanya mencapai Rp19.390,- (biaya beban tetap). Saya kemudian mendatangi Kantor Pelayanan Pelanggan di Sindang, lalu dilempar ke Balai Pustaka, kantor Meter Replacement di Klender, dan kemudian ke Tongkol.

Di KPP Tongkol saya dilayani staf berinisial Ab dan So. Barulah kami tahu bahwa tagihan membengkak karena terjadi pergantian kepala meteran pada 22 Juni 2010 (nama staf yang tertera di berita acara service order adalah Didi). Padahal jelas tidak ada satupun dari keluarga saya menandatangani persetujuan pergantian tersebut. Tandatangan yang tertera jelas palsu.

Ketika saya konfirmasikan, pihak AETRA tetap memaksa saya membayar. Saya mengajak untuk berdiskusi antara kedua pihak, tapi selalu ditolak dengan alasan sibuk. Bukankah AETRA adalah bagian BUMN yang melayani masyarakat adalah prioritas utama?

Saya sangat kecewa karena tidak bekerja secara prosedur dan pihak AETRA selalu mengancam untuk memutus sambungan air. Seharusnya mereka bersedia membicarakan terlebih dahulu untuk penyelesaian masalah ini.


Kemarin ini pihak AETRA kembali datang dan memaksa kami menerima salinan asli berita acara service order . Padahal harusnya salinan ini diberikan di tempat ketika konsumen menyetujui penggantian kepala meteran.

Kami menolak menerima kertas itu (dan berinisiatif melakukan fotokopi sendiri sebagai bukti untuk disimpan karena di berita service order ini terdapat tanda tangan yang dipalsukan).

Hingga saat ini belum ada keinginan dan iktikad baik dari pihak AETRA untuk menyelesaikan masalah ini. Mereka hanya datang dan mengancam terus untuk memutus sambungan air.


Andri Effendi
Jl. Janur Asri V Blok QK 10 No 6 Kelapa Gading
Jakarta Utara
andrieffendi@gmail.com
08170908477 [mor]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
6 Komentar
Imran Rusadi
Senin, 16 April 2012 | 15:53 WIB
sy juga jd bingung krna meteran sy tiba tiba ditemukan ijuk, padahal semua segel utuh baik dinas maupun pabrik, dr mana datang nya ijuk tersebut, pihak aetra menuduh kami yg pasang, padahal kami tidak tahu apa-apa, skrng kami di suruh bayar 2jt denda nya, sy mengigatkan agar hati-hati terhadap karyawan aetra yg sering dtng memeriksa tanpa ada surat, dikarenakan sy pd awalnya di periksa tanpa ada surat dicurigai ada yg tdk beres pd meter sy,entah kpn atau dimana sy tdk tahu ada ijuk nya, dr mana datang nya, sy mohon penjelasan dr aetra, dia jg gak mau tahu, pokoke byr,
realdy
Selasa, 25 Januari 2011 | 13:02 WIB
iyayah ....berarti aku harus hati2 dengan pengalaman Andri Effendi ini sebab perusahan air minum ini akan segera masuk di daerah kami pasar kemis. hal yang sama biaya pendaftaran air ini tidak jelas kadang sangat meragukan
Andri Effendi
Senin, 10 Januari 2011 | 14:34 WIB
Terima Kasih untuk komentarnya. Untuk sekedar info saat ini Aetra masih terus mengancam akan memutus sambungan air. Apakah lebih baik saya ajukan ke jalur hukum? Karna saya memiliki bukti dari service order yang terdapat tanda tangan palsunya. Saya sangat bingung mengapa rumah kosong di ganti kepala meteran tiba2 dan tanpa konfirmasi. Kok cara kerjanya seperti MALING saja, masuk rumah orang tanpa ijin. Sedangkan mereka mempunyai no. telepon costumer, apa susahnya mereka telepon dahulu sebelum di ganti kepala meterannya.
chandra20004
Sabtu, 8 Januari 2011 | 22:36 WIB
dari jaman dahulu, sebelum nama perusahaan ini di rubah menjadi sekarang juga begitu. parah pelayanan sistem nya, parah pelayanan karyawan nya. jikalau anda2 menyebar 1000 kuesioner tentang kepuasan konsumen terhadap perusahaan yg satu ini, saya rasa yg puas 95 % menjawab TIDAK PUAS terhadap perusahaan yg satu ini. dan jikalau terhadap perusahaan telkom, pln, saya rasa masyarakat masih menganggap baik dalam layanan sistem maupun layanan karyawan terhadap masyarakat.
lizzie
Sabtu, 8 Januari 2011 | 11:27 WIB
Kalau saya jadi Anda, pasti tidak akan membayar. Ini namanya sudah merusak nama baik karena menyangkut tandatangan palsu. Kasus seperti ini bisa diajukan ke meja pengadilan. Kecuali AETRA mengaku salah dan mengajak berdamai.
satria
Jumat, 7 Januari 2011 | 15:17 WIB
Saya punya pengalaman yang sama di kantor saya di bilangan jakarta Timur, tiba2 kantor kami kena denda 7 jutaan dengan alasan segel rusak, hati2 dengan satu perusahaan satu ini
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA POPULER