Kamis, 21 Agustus 2014 | 17:07 WIB
Follow Us: Facebook twitter
SBY Sebaiknya Pecat Ruhut Sitompul
Oleh:
web - Selasa, 2 Juni 2009 | 13:53 WIB
Berita Terkait
Ruhut Sitompul, anggota Tim Pemenangan SBY-Boediono, di media massa beberapa waktu lalu menyatakan bahwa bangsa Arab tidak pernah memberikan bantuan kepada Indonesia. Ketua Partai Demokrat itu juga membanggakan AS sebagai penyelamat ekonomi negara ini.

Sehubungan dengan pernyataan tersebut, maka Dewan Pimpinan Pusat Wahdah Islamiyah mengeluarkan pernyataan sikap sebagai berikut:

Wahdah Islamiyah meyakini bahwa Ruhut Sitompul adalah seorang yang tidak pernah belajar sejarah, karena berdasarkan catatan historis, justru bangsa Arab merupakan pendukung perjuangan kemerdekaan Indonesia ketika Belanda (salah satu bangsa Barat) menjajah bangsa ini selama 3,5 abad.

Setelah Proklamasi 1945 pun bangsa-bangsa Arab (seperti Mesir, Syiria, Irak, Libanon, Yaman, Arab Saudi, dan Afghanistan) tampil pertama kali mengakui kemerdekaan dan kedaulatan Indonesia. Di sisi lain pada saat yang sama AS dan bangsa-bangsa sekutu (Barat) memberikan bantuan militer plus politik kepada Belanda untuk mencoba menjajah kembali Indonesia.

Wahdah Islamiyah menduga bahwa Ruhut Sitompul juga tidak pernah membaca suratkabar dan mengakses media massa lainnya tentang berita-berita seputar ekonomi dan kerjasama internasional. AS (yang disebut Ruhut banyak membantu Indonesia) justru terbukti telah menghancurkan perekonomian bangsa ini (dengan munculnya krisis moneter yang tidak kunjung berakhir selama 12 tahun terakhir) melalui sistem pinjaman berbunga tinggi disertai syarat-syarat yang mencekik rakyat Indonesia.

Sebaliknya, bangsa-bangsa Arab (seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, dan Kuwait) selama ini banyak membantu perekonomian Indonesia dengan bantuan hibah (tidak perlu dikembalikan) dan pinjaman lunak yang melegakan rakyat negeri ini. Bahkan negara-negara Arab aktif memberikan bantuan sosial kemanusiaan secara gratis ketika Indonesia dilanda berbagai bencana alam, di saat AS dan bangsa Barat lainnya enggan memberikan bantuan secara cuma-cuma.

Wahdah Islamiyah memandang patut disayangkan bahwa Bapak SBY yang selama ini dikenal sering mengkritik secara langsung maupun tidak langsung atas sikap politik capres-cawapres lainnya yang dianggapnya kurang terpuji, justru di dalam tubuh tim kampanyenya menunjukkan sikap politik yang sangat tidak santun.

Wahdah Islamiyah mendesak Bapak SBY untuk segera memberhentikan dengan tidak hormat Ruhut Sitompul sebagai anggota Tim Pemenangan SBY-Boediono, karena telah melukai perasaan kelompok etnis, suku, dan agama tertentu. Sebab jika tidak segera melakukan pemecatan, maka dikhawatirkan dapat membangkitkan kemarahan yang lebih besar dari kelompok etnis, suku, dan agama tertentu yang dilecehkan itu.

Wahdah Islamiyah mendesak Tim Pemenangan SBY-Boediono untuk segera meninggalkan sikap politik tidak santun, yang dapat menyakiti perasaan kelompok etnis, suku, dan agama tertentu.

Berdasarkan sejumlah realitas tersebut di atas, Wahdah Islamiyah memandang betapa nistanya apabila ada sebagian komponen umat, terutama dari parpol Islam/parpol dakwah yang selama ini secara langsung maupun tidak langsung mendapatkan bantuan dana/fasilitas dari negara-negara Arab, serta parpol yang mengklaim sebagai penerus perjuangan Masyumi, yang merelakan diri menjadi kaki-tangan AS dengan bergabung dalam tim kampanye SBY-Boediono. Sejarah tetap mencatat Masyumi sebagai parpol yang tidak pernah kooperatif dengan intervensi Barat, termasuk AS.

Demikian pernyataan sikap ini dibuat sebagai wujud kasih sayang dan saling menasehati dalam kebaikan dan kebenaran.


H. Muh. Zaitun Rasmin, Lc.
Ketua Umum Wahdah Islamiah
micr0byt3@yahoo.com
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
19 Komentar
sampurna
Sabtu, 16 Juli 2011 | 13:53 WIB
Gak usah pada ribut. Tiap tahun beratus-ratus ribu muslim Indonesia pergi haji ke Saudi Arabia, wah berapat trilyun aja ya uang yang masuk ke sana? Terus berapa rupiah yaaaa uang Saudi yang masuk ke Indonesia, hahaha.....
Saya Guru Ruhut
Sabtu, 16 Juli 2011 | 03:18 WIB
PARTAI DEMOKRAT SEKARANG MENJADI PARTAIKAM YANG MURAHAN SEMENJAK MASUKNYA RUHUT...SI PENJILAT....KASIAN BANGET SBY...DITIKAM DARI BELAKAM SAMA KADER YANG NAMANYA RUHUT ANJING SITOMPUL
Anti Sitompoul
Kamis, 7 Juli 2011 | 04:37 WIB
Ruhut Mang Modal Bacot doang Gue jadi pengen ngetr Adu Jotos ni ma tu si Boncel dengan lepas atribut Advocat...kita sama sama Bugil aja Lho Boncel
angga banyuwangi
Selasa, 7 Juni 2011 | 15:30 WIB
itulah yang gag ngerti sejarah n agama ....... yang memperjuangkan kita islam siapa .... wajar lok si ruhut bukan non muslim bicara kayak gitu
darma
Sabtu, 28 Mei 2011 | 23:10 WIB
Bang Ruhut ! seharus nya orang pinter itu seperti tanaman padi , jd kalau bicara di forum gunakan bahasa yg santun dan di mengerti orang yg mendengar .
ano
Sabtu, 28 Mei 2011 | 19:15 WIB
Luhut Sitompul memang biasa jadi kutu luncat dulu di Golkar bukan main penjilatnya,di Golkar lagi di obok obok dia enak aje pindah ke Demokrat sebentar lagi Demokrat kekuasaannya berakhir pasti dia pindah dipartai lain,orang begini pantesnya jangan lagi ada yg ilih karena malu maluin. Sungguh yg pantas di sebut mulutmu harimau adalah dia.Dan saya rubah namanya jadi Ruhut Sitompul Kutu Loncat SH.S Teler. S Kopyor. dan S Basi.
jack
Rabu, 25 Mei 2011 | 15:21 WIB
saya banga sekali dengan pak ruhut.... mulutnya harimaunya....
daud
Rabu, 25 Mei 2011 | 14:38 WIB
Sayng sekali mengapa Pak sby bisa Mengunakan Ruhut sebagai Juru bicara Demokrat,kan byk orang demokrat yg pintar,santun dan komunikasinyak baik.kalau sy Bang Ruhut cocoknya di jadi tukang parkir sj
ana
Rabu, 25 Mei 2011 | 11:45 WIB
ruhut sitompul itu orang bingung klo ngomong ga pernah nyambung...!!!
robert
Jumat, 20 Mei 2011 | 21:22 WIB
klau lihat ruhut kayak lihat tai anjing. orangnya sok pintar,sok melawan,angkuh kayak ga akan mati aja. padahal kau ruhut tidak ada apa apanya,kau itu seorang penjilat pantat sby,munapik dan kau sama sekali tidak pantas sebagai anggota dewan tapi memang kau pantas jadi anggota partai demokrat karna isinya orang2 korup,mafia hukum,munafik dan penipu ulung...
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA POPULER