Minggu, 26 Oktober 2014 | 07:14 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Pelayanan Buruk Bioskop 21 Blok M Square
Headline
Foto: Istimewa
Oleh:
web - Rabu, 5 Januari 2011 | 10:18 WIB

PADA Selasa (4/1), saya sedang di Blok M square bersama lima teman dan keluarga saya. Kami memang sengaja mengunjungi bioskop ini untuk menonton film Dalam Mihrab Cinta, pukul 19:15.

Saya tergolong orang yang amat hobi nonton film. Lantaran hobi ini, saya menjadi pelanggan setia bioskop 21 sejak duduk di bangku SMP 1990.

Tapi seumur hidup saya, sepanjang saya kenal dengan fasilitas bioskop ini, inilah momen terburuk pelayanan bioskop 21 yang pernah saya alami, sampai saya tidak bisa tidur dan berdoa semoga orang-orang tidak nonton di bioskop ini agar tidak mengalami hal yang sama dengan saya.

Saya memesan tiket untuk lima orang. Kasir mengklik lima kursi, namun kemudian saya cancel. "Maaf, Mbak, dua orang dulu deh, teman-teman saya ntar aja. Masih pada makan tuh di luar.”

Dengan jutek dan setengah membentak dia bilang, "Sebenarnya mau pesen berapa tiket sih nih?”

Saya terkejut dan langsung merasa tidak nyaman dengan sikap yang tidak sepatutnya muncul dari frontliner. Saya abaikan, lalu saya jawab, "Dua saja dulu.”

Kemudian saya mengambil dompet, dan karena ingin membayar dengan uang pas, saya sedikit lama mencari uang di dompet. Selang waktu itu saya sangat terganggu dengan gerendengan suara, "Uuukh... ckck... ukh....” dari seorang kasir yang begitu sinis dan gesture tubuhnya yang terkesan melecehkan dan ingin mengusir saya.

Saya terganggu, saya tidak nyaman, saya tegur kasir tersebut. Namun bukan maaf yang ia ucapkan, melainkan "Apaan sih, orang saya lagi nge-print."

Ia tetap jutek, menantang, dan memelototi mata saya. Saya kemudian minta bicara dengan atasannya. Dengan enteng dan masih jutek dia memanggil seseorang. "Mami, saya nggak ngerti dengan orang ini.”

Saya kemudian mengeluhkan pelayanan kasir tersebut, yang dibalas dengan respon lebih mengejutkan lagi.

Katanya, "Anda juga jangan membuat tidak nyaman dengan bawahan saya dong, Anda jangan marah-marah.”

Luar biasa tak beradab dan tak bersopan santun pegawai-pegawai bioskop ini. Bahkan sampai level atasnya.

Saya tidak habis mengerti bagaimana sistem rekrutment di Cineplex? Apakah tidak ada pelatihan yang humanis yang diberikan pada karyawannya? Apakah level supervisor, manager, memang pada posisi membela karyawan bagaimanapun tidak sopannya? Apakah ini memang perlakuan sesuai SOP-nya?

Saya juga bekerja pada pelayanan pelanggan, Saya punya bawahan di kantor, dan saya sering menangani hal seperti ini. Tetapi saya tahu bagaimana relasi perusahaan-pelanggan itu harus dijaga. Saya tidak sekali dua kali memecat bawahan untuk kasus serupa, TIDAK BOLEH ADA PELANGGAN YANG DILECEHKAN DI KANTOR SAYA! JANGAN MENONTON DI BIOSKOP 21 BLOK M SQUARE JIKA ANDA TIDAK INGIN HARGA DIRI ANDA DILECEHKAN DAN DIINJAK-INJAK!
21 Cineplex, perbaiki management Anda!

Deden Sudendi

Plaza Kuningan South Tower 2nd Floor
08999903246/081316354321 [mor]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
11 Komentar
john
Selasa, 11 Oktober 2011 | 17:14 WIB
pembeli raja bukan brarti bisa seenak jidat tong...
Heru casper
Kamis, 13 Januari 2011 | 20:50 WIB
udah di mutilasi aja tu orang nya . ..
donita
Selasa, 11 Januari 2011 | 01:05 WIB
susah,klo ego ketemu ego,jadi y sperti itu...yang satu merasa pelanggan yang harus diperlakukan dengan baik tetapi tidak bisa menghormati tata peraturan yang ada,padahal di belakang y yg antri banyak bukan dia saja yg mau beli tiket,ujung2y karena kelakuannya yg lain ikut marah2,akhirnya frontliner nya juga nantinya yg di marahin sama customer yang lain atau dianggap lelet kerjanya....frontliner nya juga karena takut nanti dimarahin sama customer yang lain jadi emosi sama si deden karena kelamaan dan plinplan...jadi sudah bisa dinilai deh siapa yang salah siapa yang benar...
oneng
Kamis, 6 Januari 2011 | 18:09 WIB
saya etuju sama rian ;) harusnya kmutuh ga usah plinplan skrg ginideh kalo kmu diposisi mba itu pasti kesel jugakan yaudalah sama2 salah ga usah dperluas ;)
koko
Kamis, 6 Januari 2011 | 10:24 WIB
Saya hanya meluruskan saja masalahnya mas Deden dengan karyawan Cinema 21 agar yang lain tidak salah persepsi memandang karyawan Cinema 21, kebetulan pada saat kejadian saya ada di antrean no 2 setelah mas Deden, dan memang saat berada didepan loket mas Deden terlalu lama disebabkan dengan ketidak pastian memesan jumlah tiket yang mau dibeli disertai pula dengan ketidak siapan jumlah uangnya sehingga kami juga merasa tidak nyaman dengan kondisi tersebut, dan terjadilah dialog antara mas Deden dengan petugas loket yang saya tahu mas Deden dengan nada keras dan memukul meja dekat computer akhirnya petugas loket memanggil atasannya dan terjadi dialog dimana yg disebut "mami" menjelaskan dengan nada datar agar complain bisa diselesaikan dengan baik tidak perlu dengan kasar dan saya juga mendengar ada permintaan maaf dari mami tersebut, dalam hal ini seyogyanya kita semua calon penonton juga intropeksi walaupun kita sebagai RAJA tetapi tidak serta merta bertindak sesuka gue, dengan berlama-lama didepan loket akibat ketidak siapan menyiapkan uang dan jumlah tiket yang harus dibeli belum lagi memakan waktu saat terjadi complain itu sudah sangat mengganggu kenyamanan calon penonton yang lain yang berakibat antrean panjang dan lama.Jadi saya menyarankan teman2 calon penonton sebelum menonton pastikan film yang mau kita tonton dan siapkan jumlah uang yang harus kita bayar sesuai dengan jumlah tiket yang kita pesan, agar kenyamanan dapat kita nikmati kita juga harus memulainya untuk menciptakan kenyamanan dari kita sendiri jangan hanya bisanya mengkambing hitamkan orang lain.
Syaf
Rabu, 5 Januari 2011 | 14:42 WIB
iya, kelewatan banget itu orang, ga pake "maaf" pula. Sepakat, spertinya ada yg perlu dibenahi pada managementnya, human error sperti yang ditunjukan frontliner tsb itu perlu ditindaklanjuti. *yg suka nomad di 21
NN
Rabu, 5 Januari 2011 | 13:48 WIB
Setuju u/ mas Deden, memang tidak sepantasnya "Customer" atau "Pembeli" di perlakukan seperti itu. Masalah membatalkan pesanan itu hak qta dong sebagai pembeli, dan klo pun pihak Bioskop keberatan. Semuanya bisa kan di ungkapkan dg santun tanpa harus melecehkan dan justru membentak "Pembeli". Bagaimana pun seburuk2nya "Pembeli", tetap "Pembeli" adalah Raja. Jangan jadikan musuh, tapi beri penjelasan kpd pembeli dengan tutur kata dan sikap yang BERPENDIDIKAN bukan memancing emosi "Pembeli". Apalagi untuk menjaga nama baik sebuah perusahaan besar seperti "Bioskop 21 Cineplex" ini, seharusnya managementnya lebih profesional lagi dalam bekerja u/ melayani "Pembeli" dengan SOPAN, SANTUN, RAMAH DAN MEMILIKI ETIKA tanpa menilai seseorang dari penampilan luarnya saja!!
rian
Rabu, 5 Januari 2011 | 13:24 WIB
elu juga plin plan..bilang lima, mau dicetak eh ganti dua.kl udh dicetak elu ga mau byr kan kasir yg ganti rugi
Chyntia
Rabu, 5 Januari 2011 | 11:58 WIB
selama saya menonton 21cineplex disitu ga' pernah tuh dilecehkan seperti itu. Asal kita ikutin aja aturannya. krn stiap perusahaan psti beda2 khan aturannya....
James
Rabu, 5 Januari 2011 | 11:03 WIB
keterlaluan juga sih anda...mau pesan lima kemudian jadi dua...bayarnya pake acara lama lagi...
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA POPULER